Sebenarnya film Alita Battle Angel ini sudah kutonton pada hari kedua rilis di bioskop dan baru kepikiran buat bikin reviewnya sekarang. Ya, hitung-hitung sambil belajar menulis, enggak ada salahnya bikin ulasan alakadarnya? hehe
Review ini aku bikin seadanya saja, sesuai dengan apa yang kurasakan setelah menonton film ini.
Sumber: 21CF
Oke, film ini udah lama kutunggu sejak trailer pertamanya muncul, nama James Cameron lah yang membuatku tertarik untuk menonton film ini dan aku sama sekali enggak tau soal versi manga Alita Battle Angel atau di jepang lebih dikenal dengan nama Gunnm.
Sinopsis:
Setting cerita ini dimulai 300 tahun setelah peristiwa "The Fall" akibat perang besar. Ketika dr. Ido sedang mencari spare-part ditumpukan rongsokan, ia menemukan kepala cybord yang fungsi otaknya masih hidup, lalu dia membawanya pulang untuk mencoba memperbaikinya serta memberi tubuh baru, namun meski fungsi otaknya masih berjalan, akan tetapi ia kehilangan ingatannya, segalanya. Dr. Ido pun memberinya nama Alita
Sumber: 21CF
Alita menjalani hari-hari pertamanya sejak terbangun mengelilingi Iron City ditemani dr. Ido yang terus berusaha melindunginya dari masa lalu Alita, namun Hugo, teman baru Alita malah membantu mendapatkan ingatannya kembali. Hingga suatu hari, dr. Ido menyadari bahwa Alita bukanlah cyborg biasa, ia lantas dengan cepat menjadi incaran penguasa Iron City, Vector.
Alita pun harus berjuang bertahan hidup dari incaran para suruhan Vector sambil mencari serpihan ingatannya yang hilang.
Efek Visual Yang Begitu Indah
Tidak bisa dipungkiri kalau film ini memang juara soal CGI, setting dunia tempat Alita berada dibangun begitu mempesona, bagaimana Iron City dibangun dengan begitu detil, Zalem, kota melayang di atas Iron City yang begitu menakjubkan dan terlihat megah, adegan bertarung yang membuat keseruan menonton film ini semakin bertambah dan belum lagi CGI Alita itu sendiri, begitu detil hingga ke pori-pori kulitnya dan didukung oleh Rosa Salazar yang begitu mendalami akting Alita menjadi faktor penting secara visual maupun jalan cerita.

Adegan Pertarungan yang KerenSepanjang film, kita akan dijasikan aksi yang mengagumkan dari sang Malaikat Petarung ini, dimulai saat dia pertama kali mencoba permainan Motorball, perkelahian di bar dengan sesama Hunter-Warior, pertarungan dengan si cyborg raksasa Gewiskha hingga aksinya mengikuti perlombaan Motorball yang seharusnya hanya perlobaan biasa berubah menjadi pertarungan hidup dan mati. Semua itu disajikan dengan begitu apik, terlebih yang paling aku sukai adalah gaya bertarung Punzer kunst, teknik beladiri kuno yang dimiliki ras cyborg seperti Alita.
Cerita yang Sering dijumpaiCeritanya menurutku bagus, bagaimana sosok Alita yang ketika baru "bangung" dari tidur panjangnya masih polos perlahan-lahan dibangun sepanjang film, petualangannya dalam mencari tahu siapa dirinya sebenarnya hingga konflik yang ia temukan demi mendapatkan jawaban tersebut, semuanya ditampilkan perlahan-lahan dan jangan heran jika alurnya sendiri terasa lambat.
Sumber: Alita BA Twitter
Penampilan Rosa Salazar sebagai Alita dan Crishtop Waltz sebagai sang ayah yang sukses membuat ku terbawa dalam hubungan Ayah-anak ini, bagaimana rasa khawatir yang dimiliki sang ayah akan rasa ingin tahu Alita yang begitu kuat hingga membuat Alita terkadang kesal dan marah, semua itu dilakukan agar sang anak tetap aman.
Sumber: 21CF
Soal romansa yang terjadi antara Alita dan Hugo (Keenan Johnson) mungkin sering dijumpai dibeberapa film remaja lain, ikatan ini juga yang menjadi salah satu pembangun karakter Alita. Untuk peran musuh, aku lebih suka karakter Zapan (Ed Skrein) yang sukses membuat ku kesal dan jengkel dengan tingkah sombongnya dibandingkan dengan Vector (Maheshala Ali) yang perannya biasa saja menurutku.
Sumber: geektyrant
Singkat kata, film Alita Battle Angel ini cukup bagus dengan model cerita yang sering dijumpai, namun hal itu dapat ditutupi dengan sajian CGI yang mumpuni dan penampilan yang begitu apik dari para pemeran terutama Rosa Salawar membuat film ini layak ditonton.Film ini mungkin bisa dijadikan patokan bagaimana CGI yang akan disajikan Cameron pada film Avatar 2 nanti.
Comments
Post a Comment